Teori langsung Praktek
Jadi gini critanya, kemaren, beberapa hari yg lalu, terjadilah obrolan antara ibu dan anak, kira-kira begini:
ibu : "yah, gitu lah nak, bukan rezeki kita"
anak : "iya ma, kan ada kata-kata kayak gini… "aku tahu rezekiku tak mungkin diambil orang lain, karena itu aku tenang"
ibu: "iya bener nak, bahkan kue udah dideket bibir pun, kalo gak rezeki, pasti gak jd dimakan"
teorinya tu..
Lalu, terjadilah prakteknya itu tadi malem… si anak mau makan alpukat (ada 3 biji alpukat yang udah disuruh makan sejak 2 hari yg lalu sama ibunya), kemudian, si anak bersama temannya ingin berbagi masing2 satu alpukat. Lalu si anak membuka alpukat pertama, dan ternyata udah busuk, yah, gak rezeki. kemudian, si anak membuka alpukat kedua, dan ternyata masih mentah, "gak rezeki lagi deh". Kemudian si teman membuka alpukat dan mendapatkan alpukat yang fresh. Hmmm, si teman yang melihat kisah sedih si anak membagi dua itu alpukat, jd separoh2. Berbahagialah si anak. Tp emang namanya gak rezeki, udah diaduk-aduk, dikasih gula, siap-siap menyantap, eh, abang si anak yang baru balik dari jakarta ngomong "untuk aku dong". Si anak berfikir, "si abang selama di jakarta pasti makannya pas-pasan, maklum anak kos". Akhirnya si anak menyerahkan alpukat tersebut pada si abang
Dan akhirnya, jadi latihan keikhlasan. Baru kemaren ngomongin teorinya, besoknya langsung praktek, hehe… Ternyata ketiga alpukat itu bukan rezeki si anak. nasiiib nasiiib… 

si anak tu siapa rin?
Ririn ya?
hehehe
Comment by Doli Anggia Harahap — October 5, 2008 @ 4:24 am
iya dol… btul…sdih kali yah..ahahaha…
Comment by Administrator — October 5, 2008 @ 3:22 pm